PAKKJ


Awalnya pendirian PAKKJ ini diprakarsai oleh sekumpulan kecil alumni CC yang berkumpul secara informal, berdiskusi. Mereka berasal dari kelompok angkatan tahun lulus sekitar tahun 1960-1965 an seperti Sofjan Wanandi, Djunaedi Hadisumarto, Akbar Tandjung, Koesoemo, H Chandra yang difasilitasi oleh Romo Hariyanto, SJ. Paling tidak Kelompok Kecil ini terus diperluas dari berbagai angkatan dan alumni yang telah menjadi tokoh-tokoh masyarakat, baik di instansi pemerintahan maupun dunia usaha.

Deklarasi 11 September 1991 dilakukan di kediaman Bapak Ginanjar Kartasasmita. Dan selanjutnya pada tanggal 14 September 1991 diadakan satu Reuni Akbar. Waktu dimulainya pembahasan pendirian Perhimpunan ini berlangsung sekitar semester 2 tahun 1990. Pertemuan dilakukan berulang kali di berbagai tempat. Pada tanggal 27 Juli 1991, rekan Sofjan Wanandi dan Romo Hariyanto, SJ menulis surat resmi ke rekan Ginandjar Kartasasmita, Sarwono Kusumaatmadja, Nasrudin Sumintapura dan Akbar Tandjung, yang isinya tentang pendirian PAKKJ, rencana Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, rencana kegiatan seminar tanggal 5 September 1991 di Menteng Raya 64, dan malam reuni akbar tanggal 14 September 1991 di Puri Agung Ballroom, Hotel Sahid Jaya.

Pada waktu akan didirikannya wadah alumni ini, terdapat bentuk-bentuk badan hukum yang perlu dipertimbangkan apakah dengan nama yayasan atau perkumpulan. Akhirnya yang tepat adalah berbentuk perkumpulan. Sebelum sampai ke pemilihan nama PAKKJ, ada beberapa nama yang muncul untuk dipertimbangkan, antara lain :

  1. Perhimpunan Kanisian Indonesia.
  2. Keluarga Eks Kolese Kanisius / De Britto.
  3. Perhimpunan Alumni Canisius College Indonesia.

Bentuk badan hukum perkumpulan ini membutuhkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Untuk membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ini dilihat dan dibandingkan dengan AD-ART. Panitia kecil pembuatan AD-ART ini adalah Djunaedi Hadisumarto, Romo Hariyanto, SJ, H Chandra, Jusuf Wanandi, dan Erwal Gewang. Pembahasan AD/ART ini memakan waktu relatif cukup lama sampai enam kali perubahan draft dan akhirnya AD-ART ini diresmikan pada tanggal 10 Maret 1993, bernomor 7, di hadapan Notaris Erwal Gerang.

Sejak awal pendiriannya, PAKKJ memiliki tiga tujuan utama, yaitu untuk mempererat komunikasi dan interaksi antar sesama alumni, menjadi mitra Yayasan Budi Siswa, untuk mengembangkan kualitas pendidikan SMP-SMA Kolese Kanisius, dan menjadi wadah bersama untuk menggagas karya sosial alumni secara bersama-sama bagi masyarakat.

Sekretariat PAKKJ terletak di lantai 5 gedung utama Kolese Kanisius Jakarta. Dewan Pembina PAKKJ periode 2003-2006 diketuai oleh Bapak Fauzi Bowo, sedangkan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat adalah Michael Tedja dengan Sekretaris Jenderal Jacobus Dwihartanto. Untuk periode 2006-2009, Ketua Umum DPP adalah Jacobus Dwihartanto dengan Sekretaris Jenderal Phoa Bing Hauw. Ketua Dewan Pembina adalah Fauzi Bowo.

Pada kepengurusan periode 2009-2012, Dewan Pembina PAKKJ diketuai oleh Bapak Fauzi Bowo, sedangkan Dewan Pengurus Pusat dipimpin oleh Adhi I. Anondo sebagai Ketua Umum dan FX Arifadi Budiarjo sebagai Sekretaris Jenderal.